Soal Kemarahan Warga Gegara PETI, Oknum Anggota DPRD Sanggau Di Meliau Diduga Terima Upeti PETI

Terkini 24 Jul 2026 11:44 3 min read 778 views By Redaksi

Share berita ini

Soal Kemarahan Warga Gegara PETI, Oknum Anggota DPRD Sanggau Di Meliau Diduga Terima Upeti PETI
Karikatur Oknum DPRD Terima Upeti PETI

SANGGAU seputarkapuas.com Cerita Dan Fakta kelam mencuat dibalik Aksi pembakaran sejumlah lanting jek berikut aksesorisnya, yang diduga digunakan untuk aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sungai Buayan, Desa Pampang Dua, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalbar. Peristiwa yang terjadi pada Senin (20/7/2026) itu disebut merupakan puncak akumulasi keresahan warga terhadap aktivitas PETI yang diduga telah berlangsung di kawasan sungai tersebut. Warga menilai aktivitas penambangan ilegal telah mencemari Sungai Buayan dan berdampak terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat yang bergantung pada aliran sungai tersebut. Dari peristiwa tersebut, Muncul Dua nama politisi aktif di dua jenjang Yakni FT Oknum Anggota DPRD dan M Oknum Kades keduanya diduga menjadi pihak yang turut menjadi beking sekaligus pihak diduga memprovokasi warga pelaku pembakaran meski kedua oknum disebut juga sebelumnya menerima jatah upeti dari aktivitas ilegal penambangan emas tanpa izin tersebut.

 

Dari informasi sumber tersebut, jumlah upeti mencapai puluhan juta rupiah. "Tiga bulan belakangan ini kami setor kepada pak dewan Rp 500.000 per lanting, sedangkan kades sama juga Rp 500.000 per lanting," Kata Sumber media ini yang minta identitasnya dirahasiakan. Ia menuturkan, beberapa bulan lalu pekerjaan ini (PETI) lancar tanpa hambatan dan semua pihak setuju untuk dilakukan pekerjaan penambangan.

 

Tragedi bermula saat salah satu koordinator pemungut Upeti menggelapkan uang pungutan yang harusnya disetor kepada dua orang tersebut (oknum anggota DPRD dan Oknum Kades), hal itu diduga membuat keduanya marah dan memprovokasi masyarakat untuk melakukan tindakan pembakaran. "Saat kami sampaikan hal itu (penggelapan uang setoran) kepada pak dewan dan pak kades, mereka marah dan mengancam melaporkan aktivitas penambangan kepada Polisi,"Tuturnya.

 

Lanjut cerita, menurut sumber tersebut Oknum Anggota DPRD dan Kades diduga mengumpulkan warga dan memprovokasi warga untuk melakukan tindakan pembakaran terhadap tiga lanting jek emas berikut aksesorisnya sebagai bukti kemarahannya. "Itu yang dibakar punya keluarga saya, padahal ada 20 set selain itu yang beroperasi dekat situ, tapi hanya 3 yang dibakar. Kalau mau, bakar semua biar semua berhenti,"ungkapnya dengan nada kesal.

 

Dihubungi terpisah, Anggota DPRD Sanggau berinisial FT menyampaikan agar para pihak untuk mencari kebenaran informasi yang beredar terkait permasalahan PETI yang terjadi di Meliau. "Jangan memberitakan yang belum tentu benar,coba langsung cek dan datang ke TKP (Meliau/Red) seperti apa kronologis peristiwa sesungguhnya,"Kata TF melalui Pesan Whatsapp kepada media ini Jumat 24/7/20126. FT juga menyampaikan dirinya sudah melakukan klarifikasi terhadap permasalahan keterlibatan dirinya terkait PETI Meliau dan juga sudah Ditayangkan website DPRD Kabupaten Sanggau. "Saya sudah lakukan klarifikasi terkait ini, Coba lihat di web DPRD sebelum peristiwa tersebut,"Pungkas FT singkat.

 

Laporan : Adi Noyan

Ad
Promo Sidaber April
Seputar Kapuas